Tampilkan postingan dengan label GreenPeace news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GreenPeace news. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2010

72 jam Non Stop untuk Penyelamatan Lingkungan : Blog oleh arutami

" Bukan untuk Mengkopi berita,tapi saya mencoba tuk menyebarkan berita tentang Lingkungan ini agar para pembaca tau bahwa ada kegiatan seperti ini".

Taman Menteng pagi ini sangat sibuk dengan persiapan acara 72 jam Siaran Non-stop Greenpeace yang bekerja sama dengan Green Radio 89,2 FM yang akan di mulai tepat jam 10.00 WIB hingga minggu pukul 10.00. Kami mengundang beberapa pejabat pemerintah yang berkaitan dengan lingkungan tetapi sampai kemarin blum mendapat konfirmasi siapa yg dapat hadir.


Waktu mendekati pukul 10.00 tiba-tiba banyak aparat pemda DKI berdatangan dan mereka bilang DKI 1 akan datang (kode untuk Fauzi Bowo Gubernur DKI). Wow! Ini kejutan dan its good. Akhirnya Fauzi Bowo melangkah masuk ke Taman Menteng. Dan ternyata ada rombongan selanjutnya pemangku kebijakan lainnya, beliau sangat penting untuk penyelamatan Hutan Indonesia Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan bersedia datang ke acara kami.

Acara pembukaan pun di mulai tepat pukul 10, di siarkan langsung Green Radio yang berfrekuensi di 89,2 FM. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan , Direktur Green Radio Tosca Santosa dan Perwakilan Greenpeace Nur Hidayati dan Harry Surjadi yang juga pakar media membuka acara “Turn The Tide, 72 Jam Siaran Non Stop Untuk Penyelamatan Lingkungan” di Taman Menteng, Jakarta Pusat.



Kerjasama antara Greenpeace dan Green Radio ini akan meyuarakan pesan-pesan penyelamatan lingkungan dan mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi. Untukyang tidak berada di Jakarta Green radio bisa di akses langsung via Internet.

Sebagai pemegang kuasa di ibukota Jakarta Fauzi mengucapkan Selamat Ulang tahun kepada Greenpeace Asia Tenggara dan meyatakan pihaknya mempunyai komitmen penyelamatan lingkungan “Tidak ada pemerintah yang ingin lingkungan negaranya dirusak. Mungkin pendekatan kita berbeda, mungkin cara yang dilakukan pemerintah dengan pihak lain berbeda, tetapi komitmennya adalah menyelamatkan dan melestarikan lingkungan.”

“Seandainya gerakan lingkungan seperti Greenpeace dan gerakan-gerakan lingkungan lain dimulai 100 tahun lalu, mungkin lingkungan kita tidak akan seperti ini kondisinya.”

Direktur Green Radio Tosca Santoso menyatakan bahwa media mempunyai peran penting dalam upaya penyelamatan lingkungan. Selain itu, salah satu fungsi media adalah menyajikan kepada publik pandangan-pandangan dari semua pihak mengenai penyelamatan lingkungan meski berbeda-beda. “Kami menyambut gembira kedatangan bapak Gubernur dan Menteri Kehutanan ke acara ini. Jarang ada kesempatan lembaga swadaya masyarakat Greenpeace bisa duduk satu forum dengan Menteri Kehutanan. Memang salah satu fungsi media adalah mendekatkan pandangan-pandangan meski berbeda.”

Mengenai hal itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hassan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk melakukan upaya-upaya penyelamatan lingkungan Indonesia. “Meski tentu caranya berbeda, sebenarnya visi kita sama dengan rekan-rekan lembaga swadaya masyarakat termasuk Greenpeace. Pemerintah juga berkeinginan melakukan pembangungan tanpa melakukan eksploitasi lingkungan. Ini bukan sekedar komitmen, tetapi sudah terimplementasi. Sebagai contoh, sebagai Menteri Kehutanan, sejak November 2009 saya menghentikan pemberian izin-izin baru.”

Harry Surjadi menegaskan Greenpeace Asia Tenggara tidak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak, terutama supporter, volunteer dan atas nama Greenpeace Mengucapkan Terima Kasih atas Kepercayaannya .

“Greenpeace independen. Untuk menjaganya, Greenpeace tidak menerima dana dari perusahaan dan pemerintah mana pun. Tulang punggung kampanye Greenpeace adalah dukungan dana dari supporter Individu. Karena itu semakin meningkatnya dukungan supporter Greenpeace di Indonesia termasuk dukungan dari Bapak Gubernur dan Bapak Menteri Kehutanan sebagai individu bukan nama pemerintah, membuat Greenpeace akan semakin berkomitmen dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan.”



Acara Turn The Tide ini akan di meriah kan beberapa artis dan band-band ibukota seperti Ray D`sky, D`Gank, Mikes and The apartment, The Upstairs, white shoes and the couples company, Bunga, Fadli, Arie, Rindra dari band ‘PADI’, Yuki ‘PAS BAND’, Coffee Reggae , Pidi Baiq and The Panas Dalam, Denada, Riyani Jangkaru, Dik Doank, Syahrani, Pandji Pragiwaksono, Dennis Adsiwara dll. Untuk Jadwal acaranya bisa di lihat di www.greenpeace.or.id 

NaraSumber: http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/72-jam-non-stop-untuk-penyelamatan-lingkungan/blog/28412 > Diambil dari site Greenpeace.Org

Selasa, 27 Oktober 2009

Kamp Pembela iklim : Sambutan Hangat di Teluk Meranti


Free Image Hosting at www.ImageShack.us



Posted in Copenhagen, Greenpeace, Hutan, Kamp Pembela Iklim, Kelapa Sawit, Riau, Teluk Meranti, UNFCCC, iklim by bloggree on the October 27th, 2009
Teman,

                 Dengan senang hati, Saya  memberi tahukan bahwa kamp pembela iklim telah resmi dibuka di Teluk Meranti, teluk  Kampar, Riau pada 26 November 2009. sebuah perayaan sederhana namun berwarna yang dihadiri 200 orang masyarakat teluk meranti, pemuka masyarakat dan perwakilan LSM lokal serta pemerintah.
Sambutan pembukaan singkat di mulai oleh direktur kampanye Greenpeace Asia Tenggara Shailendra. Dalam pembukaanya ia menggarisbawahi tujuan kamp Greenpeace di Teluk Meranti dan berterimaksih kepada seluruh masyarakat atas dukungan proaktif dan keramahan mereka dalam membantu Greenpeace mencapai tujuan yaitu melindungi lahan gambut dan hutan Indonesia.

 Sambutan dari Shailendra langsung di jawab oleh para pemimpin setempat dengan kembali menyatakan dukungan mereka untuk Greenpeace dan komitmen mereka untuk melindungi hutan dan kampung halaman mereka. Sungguh suatu semangat yang tidak bisa di gambarkan.
Perayaan pembukaan diakhiri dengan pemberkatan yang diikuti dengan makan siang dengan seluruh tamu kehormatan kami. Selain masyarakat dan pemerintah setempat, wartawan setempat pun mengikuti acara tersebut dan wartawan asing seperti CNN.
Selama beberapa hari terakhir, para sukarelawan kami telah bekerja keras bersama-sama untuk memberi sentuhan terakhir dan saat ini kamp baru kami yang indah di tengah kegersangan telah siap menjadi tuan rumah bagi para aktivis, jurnalis, politisi dan para individu dari seluruh dunia yang sadar akan pentingnya menjaga hutan dan lahan gambut. Dan mereka harus menyerukan bahwa perlindungan hutan merupakan langkah awal untuk mengurangi gas rumah kaca, perlindungan terhadap keanekaragaman dan kepentingan suku asli yang menggantungkan  hidupnya dari hutan.

 Berkat para teknisi komunikasi kami Tom Kunen dari Belgia dan Geoff Nimmo dari Australia, alat komunilasi kami  telah siap dan berfungsi untuk kami dapat mengirimkan kepada seluruh dunia pesan-pesan dari hutan dan tim media kami akan meluncurkan gambar, video dan cerita kami dari sini.
Sambutan hangat dari masyarakat adalah hasil dari persiapan sosialisasi di Riau oleh Juru Kampanye kami Zulfahmi selama beberapa tahun terakhir, Joko (Juru Kampanye hutan dan Asov (public Outreatch) selama beberapa minggu terakhir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat setempat.

Sukarelawan yang berada di kamp kami saat ini  tidak hanya yang berasal dari Indonesia tetapi berasal dari Thailand, Filipina, German, Inggris dan Amerika Serikat telah bergabung dalam tim kami di sini untuk berbuat sesuatu di tempat bencana iklim yang tengah berlanjut.
Walaupun kalian tidak bisa bergabung bersama kami di sini kita secara bersama-sama katakan pada pemimpin dunia, untuk mencegah perubahaan perubahan iklim.


Zero Deforestation Now
Bustar Maitar

(FROM http://blog.greenpeace.or.id/)
NicKy GhitU says saran dan pesan pliss chat in buku tamu,thanks